Rabu, 13 September 2017

BNN Kabupaten Tana Toraja Melaksanakan Komunikasi Informasi dan Edukasi Melalui Media Konvensional Kepada Pekerja


Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa. Korban penyalahguna narkoba di Indonesia semakin bertambah, khususnya bagi kalangan  pekerja atau kelompok masyarakat yang terbilang mampu. Hal ini sesuai dengan data Puslitkes UI yang menyatakan bahwa 50,34% penyalahguna narkoba berasal dari kategori pekerja. Bahkan para bandar saat ini telah menyiasati masyarakat ekonomi rendah menjadi pecandu. Oleh karena itu kejahatan ini harus ditangani secara komprehensif.
Mengacu pada hasil penelitian BNN dan Puslitkes UI thun 2014, pekerja merupakan kelompok dengan persentase terbesar sebagai Penyalahgunaan Narkoba. Hal ini tentu sangat menghawatirkan karena kelompok ini merupakan kelompok usia produktif yang umumnya menjadi tulang punggung perekonomia suatu Negara. Secara umum kelompok ini telah mengetahui dampak buruk Penyalahgunaan Narkoba. Olehnya itu sebagai kelompok Penyalahgunaan Narkoba yang terbesar pekerja yang mayoritas berada pada kelompok usia produktif harus mendapatkan pemahaman KIE yang komprehensif.
Kegiatan KIE Melalui media konvensional kepada pekerja dilaksanakan Rabu, 13 September 2017 di Aula Kantor Wilayah III Makale dengan jumlah peserta 45 orang. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Wilayah III Makale Pdt. DR. Sulaiman Manguling. Dalam kegiatan ini yang menjadi narasumber adalah Kepala BNNK Tana Toraja AKBP. Dewi Tonglo, SH dengan judul materi “Keluarga Darurat Narkoba”
Kegiatan KIE ini menjelaskan bagaimana membangkitkan energi positif pada diri pekerja untuk meningkatkan kinerja dan mencegah penyalahgunaan Narkoba dan peran serta pekerja dalam upaya P4GN, pekerja diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan Narkoba di lingkungan masing-masing. Selain mendapat pengetahuan tentang permasalahan Narkoba, pekerja harus mempunyai sikap tegas menolak Narkoba dan mampu menggerakkan upaya pencegahan dan pemberantasan Narkoba di lingkungan masing-masing.
Pekerja juga harus memiliki kondisi keluarga yang harmonis dan nyaman agar tidak memiju pekerja untuk mencari kesenangan di luar rumah seperti penyalahgunaan dan peredaran narkoba.#Stopnarkoba




Tidak ada komentar:

Posting Komentar