Jumat, 16 Juni 2017

SMAN 1 Rantetayo dan SDN 232 Inp. Dulang Berkomitment Memerangi Narkoba Bersama BNN Kabupaten Tana Toraja


Aktivitas BNN Kabupaten Tana Toraja pagi ini disibukkan dengan persiapan untuk melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba di dua tempat sekaligus. Dengan membagi dua tim, Kepala Seksi P2M, Marthen Sanda, SH langsung mengkoordinir tim penyuluh yang sudah diberi surat perintah tugas untuk langusng meluncur ke lapangan setelah apel pagi.
Tim penyuluh dengan mengedarai mobil keliling BNN Kabupaten Tana Toraja dan tim yang lain mengendarai sepeda motor. Hal ini dilakukan agar pergerakan untuk menyelamatkan anak bangsa tidak membuang-buang waktu banyak. Sesampai di Bandara Pongtiku kedua tim langsung berpisah, tim pertama menuju ke utara Rantetayo dan tim kedua menuju Timur.
Kerjasama tim sangat dibutuhkan selama menjalankan tugas di lapangan, kerja cepat dan tepat juga penting. Medan yang jauh dan berbatu-batu tetap dilalui demi menjangkau sekolah yang dituju. Setelah sampai di lokasi masing-masing bersama satgas Kecamatan Rantetayo yang telah mengusung kegiatan ini, tim penyuluh langsung meminta izin kepada pihak sekolah SMA Negeri 1 Rantetayo dan SDN 232 Inpres Dulang untuk diberi waktu dan tempat dalam rangka kegiatan sosialisasi bahaya narkoba.

Pihak sekolah menyambut kedatangan tim dengan baik, siswa-siswi langsung dikumpulkan. Dalam sosialisasi ini yang sangat ditekankan oleh tim penyuluh adalah bagaimana narkoba itu merusak otak manusia khusunya bagi pelajar ketika berani mencoba-coba. Selain otak narkoba juga akan merusak masa depan mereka. Cita-cita yang selama ini diimpian dan ingin diraih akan pupus seketika hanya karena narkoba. Mencuri, memberontak kepada guru dan orang tua, kematian, penjara dan sakit jiwa adalah akibat yang juga akan ditimbulkan ketika kita berani menyalahgunakan narkoba.
Modus peredaran narkoba dengan iming-iming “gratis” khususnya bagi pelajar itu perlu diketahui oleh siswa-siswi bahkan guru di sekolah. Perlu adanya kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua untuk menghindari peredaran gelap narkoba di lingkungan sekolah maumun di lingkungan masyarakat. Perlu penjagaan ketat di wilayah sekolah dan pembentukan SATGAS ANTI NARKOBA akan membantu dalam pengontrolan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan sekolah.
Kurang lebih 137 siswa, 36 orang tua dan 12 guru mendapatkan pengetahuan bahaya narkoba dari BNN Kabupaten Tana Toraja bekerjasama dengan Satgas Anti Narkoba Kecamatan Rantetayo. Apresisasi diberikan oleh Kepala BNN Kabupaten Tana Toraja, AKBP. Dewi Tonglo, SH terhadap Satgas Anti Narkoba Kecamatan Rantetayo yang berperan aktif dalam kampanye “STOP NARKOBA” di lingkungan kecamatan Rantetayo. Beliau berharap Satgas Anti Narkoba yang lainnya juga terinspirasi dari kegiatan ini. Bersama Kita Pasti Bisa Perangi Narkoba. #Stopnarkoba





Tidak ada komentar:

Posting Komentar