Senin, 29 Mei 2017

Kenali “Flakka” Jenis Narkoba Baru Yang Lebih Berbahaya Dari Morfin


Badan Narkotika Nasional memberikan penjelasan berkaitan dengan jenis narkoba baru “Flakka”. Flakka telah berjangkit di US dan Eropa beberapa tahun yang lalu. Untuk mengantisipasi bahaya yang akan ditimbulkan, BNN dan Kemenkes RI telah mengkaji narkotika sintetis jenis baru tersebut tahun lalu. Saat ini Flakka telah diatur dengan Permenkes no 2 tahun 2017 dengan nama kimia alfa PVP.
Adapun dalam perkembangannya, kandungan zat aktif yang mengancam dan harus diwaspadai adalah fentanyl derifat, yang memiliki potensi 10.000 kali lebih kuat dari pada morfin atau 100 kali lebih kuat dari pada heroin. Zat ini telah dikaji pada Tgl 15-16 Mei 2017 dan telah diajukan ke Kemenkes RI untuk dimasukkan sebagai Golongan I dalam Lampiran UU Narkotika (UU 35/2009).
Flakka, berasal dari bahasa Spanyol yang berarti seorang wanita langsing dan cantik (la flaca). Biasanya dijual dalam bentuk kristal dan sering digunakan di rokok elektronik. Flakka mengandung senyawa kimia yang disebut MDPV, bahan utama pembuat bath salts atau garam mandi. Senyawa kimia ini menstimulasi bagian otak yang mengatur mood, hormon dopamin, dan serotonin yang merangsang pemakainya menjadi lebih kuat tanpa ada rasa takut dan malu.
Efek ini akan membanjiri otak, dan methamphetamine memiliki cara kerja yang sama di otak. Namun, senyawa kimia pada flakka meninggalkan efek yang lebih tahan lama. Meski efek seperti sakau yang ditimbulkan flakka hanya berlangsung beberapa jam, namun hal tersebut bisa terjadi secara permanen bahkan fatalnya dapat menghancurkan otak.
“Flakka” juga berpotensi menyebabkan efek samping lain yang tak kalah serius pada kesehatan ginjal, menyebabkan otot-otot pecah, sebagai akibat dari hipertermia. Para ahli khawatir bahwa para pengguna flakka yang overdosis mungkin akan menjalani dialisis sepanjang sisa hidup mereka.
Menurut beberapa pengamat, negara negara di ASIA adalah pasar yang potensial terhadap peredaran narkoba ini termasuk Indonesia. Data dari United Nation Office on Drugs and Crime (UNDOG), narkoba ditemukan dikonsumsi pada 70 negara di dunia dengan sekitar 251 merupakan NPS, 43 jenis di antaranya beredar di Indonesia dan hanya 18 jenisnya yang sudah bisa dideteksi. Bayangkan hampir 50% dari jenis maupun NPS Narkoba ada di Indonesia.
Seperti obat-obatan sintetis pada umumya, sebagian besar flakka tampaknya datang dari China dan dijual melalui internet atau di tempat pompa bensin. Flakka bisa didapatkan seharga 3-5 dollar AS untuk satu dosis. Ini terbilang lebih murah ketimbang kokain.

 Ayo bersama-sama bersama-sama berbagi informasi tentang jenia-jeni narkoba baru. #Stopnarkoba

video



Sumber:  Kabag HUMAS BNN, Kompas.com, Youtube.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar