Senin, 27 Maret 2017

BNN Kabupaten Tana Toraja dan LSM KOTAK Sosialisasi Bahaya Narkoba Untuk Pelajar SMPN 1 Tikala, Toraja Utara


Kerja sama Kotak dan BNN Kabupaten Tana Toraja masih terus berjalan hingga tanggal 31 Maret 2017. Beberapa Penyuluhan akan diselenggarakan secara bergiliran di beberapa tempat di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.
Setelah mengedukasi siswa SMP Katolik Rantepao hari Sabtu lalu, maka Senin, 27 Maret 2017 Tim Penyuluh BNNK Tana Toraja dan Ketua Panitia Kotak, Eko Sarungu kembali menyelenggarakan sosialisasi bahaya Narkoba di SMP Tikala Rantepao.
Sebanyak 160 siswa mendapatkan pemahaman bahaya Narkoba dan pembentukan imun dari godaan penyalahgunaan Narkoba.  Seperti yang kita ketahui bahwa bahaya Narkoba sangat mengancam para generasi muda.

Untuk Toraja sendiri, sudah ada beberapa korban penyalahguna yang direhabilitasi dan Pengedar yang diproses hukum. Inilah yang menjadi perhatian semua pihak khususnya BNNK Tana Toraja. Oleh karena itu, sinergitas semua pihak dan seluruh masyarakat harus selalu terjaga. BRAVO BNN!#Stopnarkoba
Lebih Lanjut... → BNN Kabupaten Tana Toraja dan LSM KOTAK Sosialisasi Bahaya Narkoba Untuk Pelajar SMPN 1 Tikala, Toraja Utara

Sabtu, 25 Maret 2017

KOTAK Menggandeng BNN Kabupaten Tana Toraja Menggaungkan STOP NARKOBA di SMP Katolik Rantepao



Banyak bentuk kepedulian masyarakat terhadap upaya pemberantasan Narkoba. salah satunya dengan menggelar kegiatan penyuluhan tentang bahaya Narkoba. Salah satu aksi yang patut ditiru adalah kepedulian dari LSM Kotak (Komite Toraja untuk Advokasi Demokratik) dalam mengedukasi masyarakat khususnya pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan Narkoba.
            Salah satu tempat yang menjadi sasarannya yaitu SMP Katolik Rantepao. Sabtu, 25 Maret 2017 sebanyak 150 orang Pelajar mendapatkan materi mengenai bahaya Narkoba.

Rantepao merupakan Ibu Kota Kabupaten Toraja Utara yang menjadi destinasi wisata. Tidak dipungkiri, penyalahgunaan dan perdaran gelap narkoba sudah ada di Kota ini. Oleh karena itu, upaya pemberantasan harus masif dilakukan agar gaung “STOP NARKOBA” bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Toraja Utara.#Stopnarkoba
Lebih Lanjut... → KOTAK Menggandeng BNN Kabupaten Tana Toraja Menggaungkan STOP NARKOBA di SMP Katolik Rantepao

Jumat, 24 Maret 2017

SDN 130 Tokesan, Mendapatkan Informasi Bahaya Narkoba Bersama BNN Kabupaten Tana Toraja


Salah satu Program P4GN yang gencar digalakkan adalah Program Pecegahan. Hal ini yang digaungkan BNN untuk memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi kepada semua masyarakat tidak terkecuali para generasi muda. Khususnya memberikan pemahaman bahaya Narkoba kepada anak usia SD. Seperti yang terus dilakukan oleh tim penyuluh BNNK Tana Toraja, selalu berkeliling untuk memberikan edukasi kepada siswa SD.
Sebanyak 150 orang siswa dan Guru di SDN 130 Tokesan mendapatkan informasi dan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan Narkoba. Efek buruk Narkoba yang menyebabkan kerusakan fisik dan psikis, bahkan menyebabkan kematian.
Sudah banyak yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba. kalau masyarakat tidak bergerak dan hanya bergantung kepada Pemerintah, maka penegakan hukum dan upaya pemberantasan Narkoba tidak akan berjalan maksimal.
 Oleh karena itu, siapapun, dimanapun harus selalu turut aktif menyuarakan gerakan STOP Narkoba, minimal tidak  pakai Narkoba untuk dirinya sendiri. Itu sudah menjadi langkah yang besar untuk program P4GN.#Stopnarkoba




Lebih Lanjut... → SDN 130 Tokesan, Mendapatkan Informasi Bahaya Narkoba Bersama BNN Kabupaten Tana Toraja

Kamis, 23 Maret 2017

Sekolah Tinggi Theologia Rantepao Audiensi Mengenai Permasalahan Narkoba Bersama BNN Kabupaten Tana Toraja


Kamis, 23 Januari 2017, salah satu Sekolah Tinggi di Tana Toraja, STT  mengadakan audiensi dan diskusi dengan BNNK di salah satu ruangan kantor BNNK Tana Toraja. Pembahasan mengenai penyalahgunaan Narkoba yang cenderung meningkat ditinjau dari segi agama, sosial dan ekonomi.
 Bahan masukan dan diskusi inilah yang nantinya akan menjadi Pembahasan dalam penelitian yang diadakan oleh beberapa Mahasiswa STT yang sedang melaksanakan tugas sebagai Proponen di gereja-gereja Toraja yang tersebar di seluruh Indonesia.
Nantinya Para lulusan STT inilah yang akan menjadi pendeta dan akan ikut berpartisipasi aktif menyuarakan gerakan STOP Narkoba yang digaungkan oleh BNN. Kedatangan Mahasiswa STT ini langsung disambut oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Marthen Sanda, SH dan Kasubbag Umum, Teo Pakiding, SE.
STT memang salah satu Perguruan Tinggi yang aktif mendukung gerakan P4GN.  Banyak mahasiswa yang tergabung menjadi relawan bahkan menjadi Penggiat Anti Narkoba dan menyebarkan informasi mengenai bahaya Narkoba di beberapa tempat, bahkan hingga ke daerah Masamba dan Seriti.

Inilah yang diharapkan oleh BNN mengenai kepedulian serta peran aktif masyarakat dalam P4GN. Hal ini juga tercantum dalam Pasal 104-108 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika bahwa peran serta masyarakat sangatlah diperlukan. Bahkan masyarakat mempunyai hak dan tanggung jawab dalam upaya P4GN ini. BRAVO BNN !!!#Stopnarkoba.
Lebih Lanjut... → Sekolah Tinggi Theologia Rantepao Audiensi Mengenai Permasalahan Narkoba Bersama BNN Kabupaten Tana Toraja

Keseruan SDN 215 Inpres Tora’da’ Ariang dalam aksi Kampanye STOP NARKOBA Bersama BNN Kabupaten Tana Toraja


Rabu, 22 Maret 2017 Tim Penyuluh BNN Kabupaten Tana Toraja bergerak menuju Selatan Makale, mengunjungi SDN 215 Inpres Tora’da’ Ariang. Lebih dari 240 orang siswa menyambut antusias kedatangan tim BNNK Tana Toraja.
 Awalnya mereka berfikiran bahwa akan ada imunisasi masal karena tim menggunakan seragam dinas putih, yang identik dengan petugas kesehatan. Tetapi akhirnya mereka memahami bahwa tim adalah anggota BNN Kabupaten Tana Toraja yang akan memberikan penyuluhan mengenai bahaya Narkoba setelah tim penyuluh memperkenalkan diri.
Anak- anak tertarik kepada replika Narkoba yang selalu menjadi andalan tim penyuluh guna memberikan gambaran mengenai jenis Narkoba.  ternyata anak- anak baru tahu kalau banyak sekali jenis Narkotika yang beredar.
Ada yang berasal dari tanaman, ada yang berasal dari zat kimia, ada  yang berbentuk bubuk, kristal, dan cairan. Oleh karena itu anak-anak harus selalu waspada terhadap semua zat berbahaya yang terkadang bisa disebarkan juga melalui makanan yang telah dicampur oleh Narkotika.
Tim penyuluh menekankan bahwa harus hati-hati terhadap orang asing yang menawarkan sesuatu barang atau mengiming-imingi dengan uang untuk mengantarkan barang dari satu tempat ke tempat yang lain, karena bisa jadi itu adalah modus atau cara pengedar dalam mengedarkan narkoba dengan menggunakan perantara anak.

Oleh karena itu, marilah kita terus melindungi diri kita dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkotika.  BRAVO BNN, Lets healty without abusing Drugs !!! #Stopnarkoba

Lebih Lanjut... → Keseruan SDN 215 Inpres Tora’da’ Ariang dalam aksi Kampanye STOP NARKOBA Bersama BNN Kabupaten Tana Toraja

Selasa, 21 Maret 2017

Sosialisasi Bahaya Narkoba Pada Acara Rekoleksi Kerukunan Siswa Katolik SMAN 1 Makale


BNN Kabupaten Tana Toraja selalu memanfaatkan peluang acara/kegiatan baik kemasyarakatan maupun keagamaan yang ada di Kabupaten Tana Toraja.  Dalam rangka Pelaksanaan Rekoleksi Kerukunan Siswa Katolik (KSK) SMAN 1 Makale, BNN Kabupaten Tana Toraja turut serta memberikan sosialisasi bahaya Narkoba kepada Siswa.
Dengan jumlah peserta mencapai 105 siswa, dan dilaksanakan di Gereja Katolik St. Antonius Tamba’narang, maka BNNK berharap peserta mendapatkan manfaat dari kegiatan ini yaitu mampu mempertahankan diri/imun dari gangguan dan penyalahgunaan Narkoba.

Setiap hari dari awal tahun hingga sekarang, BNNK gencar melaksanakan sosialisasi bahaya Narkoba kepada semua masyarakat Tana Toraja. Baik kegiatan dilakukan BNNK secara mandiri maupun dengan kerja sama/ menggandeng banyak pihak, termasuk juga memanfaatkan kesempatan dalam acara keagamaan dan kemasyarakatan.#Stopnarkoba
Lebih Lanjut... → Sosialisasi Bahaya Narkoba Pada Acara Rekoleksi Kerukunan Siswa Katolik SMAN 1 Makale

Senin, 20 Maret 2017

BNN Kabupaten Tana Toraja Bergerak Menuju SMPN 1 Mengkendek Kampanye ”STOP NARKOBA”


Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba khususnya kepada Remaja mutlak dilakukan. Hal ini karena Remaja adalah ujung tombak Bangsa, yang akan memimpin bangsa di masa yang akan datang. Pemahaman mengenai efek buruk penyalahgunaan narkoba serta cara pencegahannya di lingkungan Pendidikan/Lingkungan Sekolah. Halaman Sekolah yang belum ada pagar serta lingkungan sekitar sekolah harus selalu dijaga dan diwaspadai, karena bisa saja pengedar Narkoba berkeliaran serta menggunakan modus kurir dari kalangan anak sekolah untuk mengelabui aparat.
Sebanyak 320 Siswa menyimak dampak buruk penyalahgunaan Narkoba. Mulai dari dampak psikis seperti emosional, sensitif, mudah marah, hingga dampak Fisik seperti keracunan, gagal ginjal, kanker, Penyakit hati, adiksi (Kencaduan), Depresi, Gila hingga kematian akibat over dosis dan komplikasi penyakit.
Jenis Narkotika Golongan 1 (yang tidak dapat digunakan untuk kepentingan medis) inilah yang banyak disalahgunakan. Termasuk dalam golongan ini yaitu Narkotika Jenis Tanaman (Daun Ganja, daun Koka) serta narkotika sintetis/ dari bahan kimia, seperti shabu, pil extacy, dll.
Masyarakat khususnya generasi muda harus memahami Narkotika sebagai permasalahan yang harus dihadapi bersama. Saling menjaga keharmonisan keluarga, berkegiatan positif dan menguatkan iman, tentu hal ini mampu mencegah penyalahgunaan narkotika. Tetapi yang paling penting adalah menjaga pola hidup sehat tanpa penyalahgunaan narkotika.

So Guys, sudah ga jaman pake Narkotika.  Yang bikin kalian gaul adalah berprestasi dan berkompetisi di dunia pendidikan hingga Dunia bangga akan namamu. #STOPNARKOBA
Lebih Lanjut... → BNN Kabupaten Tana Toraja Bergerak Menuju SMPN 1 Mengkendek Kampanye ”STOP NARKOBA”