Kamis, 24 Agustus 2017

Tips Agar Bebas Dari Jeratan Penyalahgunaan Narkoba


Lebih baik mencegah dari pada menyembuhkan. Mencegah para remaja maupun orang dewasa dari penyalahgunaan narkoba sebetulnya tidak rumit sama sekali, asal kita tahu benar apa yang harus kita lakukan dan apa yang kita hadapi.

1.         Menanamkan pemahaman hidup sehat anak usia dini
Sebagai orang tua, kita harus dapat menerangkan dengan menarik untuk menanamkan perilaku hidup bagi anak-anak kita. Misalnya asupan makanan/minuman apa yang baik bagi tubuh mereka dan asupan makanan/minuman apa yang berbahaya bagi tubuh mereka. Ini akan mempertajam kesadarannya akan tubuhnya sendiri yang harus ia rawat dengan baik bagian luar dan dalamnya. Pengetahuan mengenal fungsi dan kekuatan/kelemahan tubuhnya sendiri, harus diberitahu.
Perilaku hidup sehat akan paling manjur hasilnya bila diajarkan sedari anak kita masih kecil, sedini mungkin. Karena apa saja yang ia pelajari sewaktu kecil akan melekat selamanya di memori otaknya. Menanamkan kesadaran hidup sehat dengan berolah raga secara rutin (yang tentunya harus juga diterapkan oleh kedua orang tua mereka), menjadi kelanjutan dari langkah sebelumnya tadi.
Orang tua seyogianya menjadi role-model bagi anak-anak mereka, harus memberikan contoh yang baik bila ingin anaknya berperilaku baik. Sering kali kita sebagai orang tua lupa bahwa anak kita belajar dari tingkah laku dan perilaku kita yang mereka lihat dan perhatikan setiap harinya dari bayi sampai remaja. Anak-anak kita belajar, meniru, dari orang yang sehariannya berada paling dekat dengan mereka. Maka seharusnya kita tidak merokok atau minum minuman beralkohol bila kita tidak mau anak-anak kita meniru kita atau bahkan mencoba-coba dan menyalahgunakan narkoba.

2.         Pemahaman akan adanya racun di sekeliling kita
Memberikan pemahaman sedini mungkin akan adanya racun di alam sekeliling kita, akan sangat bermanfaat dan dapat menyelamatkan anak-anak kita dari penggunaan zat-zat berbahaya. Penerangan bahwa ada racun pada tumbuh-tumbuhan seperti jamur dan tumbuhan lainnya yang beracun, racun pada gigitan ular, sengatan ubur-ubur, dan binatang lainnya yang berbisa, juga racun yang secara sengaja maupun tak sengaja diproduksi oleh manusia, seperti polusi asap dari knalpot mobil, asap dan limbah beracun dari pabrik-pabrik, asap rokok, dlsb.
Mendidik meraka untuk sadar (aware) bahwa zat-zat yang sangat berbahaya bagi tubuh kita (bagi kelangsungan hidup kita) ada di sekitar kita dan setiap zat yang membahayakan kesehatan kita harus dijahui (avoid) atau terkadang dimusnahkan. Jadi bila suatu saat ia akan berhadapan dengan narkoba (biasanya ditawarkan oleh lingkungan teman-teman terdekatnya), maka kita harapkan ia akan menolak untuk mengkonsumsi narkoba, zat yang asing yang dapat membahayakan kesehatan dan hidupnya. Maka dari itu informasi mengenai racun di sekeliling kita, juga narkoba, harus diberikan kepada mereka sedetail dan sejelas mungkin.

3.         Memberikan informasi yang akurat dan jelas
Memberikan informasi yang akurat dan jelas mengenai bahaya dari setiap jenis narkoba merupakan kewajiban bila kita ingin membentengi/menyelematkan anak-anak kita (atau pun orang lainnya) dari bahaya narkoba. Tanpa informasi yang akurat dan jelas, seorang anak belum tentu menyadari narkoba yang ditawari temannya itu berbahaya bagi kehidupannya. Tetapi bila ia mendapat informasi yang akurat dan jelas mengenai bahaya narkoba, pasti ia akan menolaknya. Seharusnya pemberian informasi yang akurat dan jelas harus juga diberikan oleh sekolah-sekolah sebagai salah satu sub-kurikulum yang wajib diikuti oleh setiap anak. Informasi mengenai jenis-jenis narkoba. Dampak bila menggunakannya, dampaknya bagi organ-organ tubuh kita serta dampak dari segi hukumnya bila tertangkap memiliki, menggunakan atau mengedarkan narkoba; Penyakit yang dapat diderita sebagai akibat pemakaian narkoba (infeksi klep kanan jantung, kerusakan hati atau cirrhosis, HIV/AIDS, dan lainnya)
Hampir dapat dipastikan bila seorang sudah mendapatkan informasi mengenai narkoba yang akurat dan jelas, daya tarik narkoba yang seindah apapun akan lansung amblas, sirna, dibandingkan dengan dashatnya dampak kerusakan yang akan diakibatkan oleh zat-zat narkoba itu kepada penggunannya.

4.         Bekerjasama dengan tempat pendidikan (sekolah atau universitas)
Bekerjasama dengan sekolah ataupun universitas di mana anak-anak kita menuntut ilmu, untuk merancang program pemantauan, pencegahan, dan juga program penanggulangan narkoba secara holistic yang spesifik dengan pusat-pusat pendidikan tersebut (yang sebetulnya hanya berbeda sedikit saja dari satu sekolah ke sekolah yang lainnya)
Kerjasama yang terkoordinir dengan baik yang melibatkan setiap sendi dalam kehidupan di sekolah ataupun kampus seperti: Dosen, guru-guru, guru BK (bimbingan konseling), Osis, Satpam/security, penjaga kantin, dan karyawan lainnya di lingkungan sekolah/kampus (yang sering mendapatkan para siswa/mahasiswanya memakai narkoba di WC/toilet), dan yang lainnya.

5.         Tanggap lingkungan
Orang tua selalu tanggap lingkunga di rumah mereka sendri, di mana anak-anak mereka tumbuh. Orang tua harus selalu sadar akan perubahan-perubahan kecil dari perilaku sang anak. Perubahan-perubahan masa puber dan peralihan anak menjadi remaja, remaja menjadi dewasa, tidak sama dengan perubahan perilaku seorang anak yang mulai ter ekspos pada narkoba, atau yang sudah kecanduan narkoba.

6.         Bekerjasama dengan lingkungan rumah
Kita sebaiknya bekerjasama dengan lingkungan rumah kita seperti dengan ketua RT, RW, dsb. Terutama dengan tetangga yang mempunyai anak seusia atau yang lebih tua dari anak kita. Menjalin hubungan yang baik dengan para tetangga selalu mendatangkan kenyamanan dan keamanan bagi kita.
Kita bisa membuat sistem pemantauan keamanan bersama tetangga lainnya yang juga melibatkan ketua RT untuk memantau keamanan umum dan memantau bila ada anak-anak di RT kita yang disinyalir menggunkan narkoba. Bila sistem yang dibangun bersama para tetangga itu kuat, dijamin gejala-gejala penyalahgunaan narkoba di pemukiman kita akan terdeteksi dan dapat tertanggulangi dengan cepat dan baik

7.         Hubungan interpersonal yang baik
Hubungan interpersonal yang baik dengan pasangan dan juga dengan anak-anak kita, akan memungkinkan kita melihat gejala-gejala awal pemakaian narkoba pada anak-anak kita. Kedekatan hubungan batin dengan orang tua akan membuat anak merasa nyaman dan aman, menjadi benteng bagi keselamatan mereka dalam mengarungi kehidupan mereka nanti.
Bila orang tua sering ribut, cekcok, maka itu bisa memengaruhi sang anak secara psikologis. Kegalauan ini bisa memancingnya untuk mencoba narkoba dengan berbagai macam alasan yang dicarinya sendiri. Misalnya supaya diperhatikan, sikap masa bodoh terhadap hidupnya, untuk mengatasi kemarahan, ketidaksenagan, atau kesedihan yang timbul dari melihat orang tua mereka yang selalu bertengkar.
Ketujuh langkah itu sangat ampuh melindungi anak-anak kita dari godaan untuk mencoba zat-zat narkoba, asalkan ke tujuh langkah pertama itu dijalankan dengan penuh komitmen, sungguh-sungguh, dan dengan sebaik-baiknya.





Sumber : BNN
Lebih Lanjut... → Tips Agar Bebas Dari Jeratan Penyalahgunaan Narkoba

Selasa, 22 Agustus 2017

BNNK Tana Toraja Kampanye "STOP NARKOBA" Pada Pentabisan Gereja Tombang Ulusalu


BNN Kabupaten Tana Toraja terus menyusuri wilayah Tana Toraja baik di perkotaan maupun pelosok-pelosok sekalipun, untuk melaksanakan edukasi , advokasi kampanye "STOP NARKOBA". Seperti pada hari Jumat malam, mengakhiri 18 Agustus 2017 di Halaman Gereja Tombang Ulusalu dalam rangka pentabisan gereja. Tim BNNK Tana Toraja memberikan materi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, Pergaulan Bebas dan sex bebas yang dihadiri oleh anggota jemaat Tombang Ulusalu dengan audience 100 org.
Hujan lebat mengguyur dan malam semakin larut menghampiri sosialisasi ini tidak mematahkan semangat Tim BNNK Tana Toraja untuk melaksanakan aksi kemanusiaan ini demi untuk menyelamatkan anak bangsa dari kehancuran masa depan generasi penerus bangsa.
Hujan yang lebat membuat pendengar sosialisasi berpencar di sekitar lapangan untuk menambah ilmu untuk bekal ke depan dalam melawan penjahat berdarah dingin (pengedar dan bandar) . Hal ini menunjukkan bahwa tekat yang kuat adalah benteng untuk terus berjuang melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Bumi Lakipadada ini.
Hujan air tidak sebanding dengan hujan darah dari pahlawan kita untuk menjadikan negara kita merdeka. Oleh karena itu sebagai generaai muda seharusnya kita menjaga kemerdekaan ini tanpa penyahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
#bersama kita pasti bisa
#selamatkan anak negeri 
#loveindonesia🇮🇩🇮🇩🇮🇩Hatedrugs🚭👊🏻👊🏻👊🏻
Lebih Lanjut... → BNNK Tana Toraja Kampanye "STOP NARKOBA" Pada Pentabisan Gereja Tombang Ulusalu

BNNK Tana Toraja Mengumandangkan “STOP NARKOBA” Bersama SMPN 1 Sangalla


Kampanye “STOP NARKOBA” terus dikumandangkan BNNK Tana Toraja di seluruh penjuru Tana Toraja dan Toraja Utara. Tak kenal lelah untuk menyebarkan informasi dan pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Setelah apel pagi tim langsung bergegas untuk menyambangi SMPN1 Sangalla. Kurang lebih 30 km dari kantor BNNK Tana Toraja dengan medan yang licin dan becek bukan penghalang bagi tim penyuluh untuk menyapa siswadan guru SMPN 1 Sanggalla.
Kedatangan tim BNNK Tana Toraja disambut baik oleh pihak sekolah terlihat dari siswa-siswi dan guru langsung bergegas untuk mempersiapkan ruangan untuk sosialisasi.
Kegiatan sosialisasi dalam rangka kampanye “STOP NARKOBA” berlangsung dari pukul 09.00-11.30 WITA dengan jumlah peserta 323 orang. Sharing is Caring itulah yang menjadi pedoman bagi tim untuk selalu berbabagi. Ketika masyarakat memahami dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga diri, keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk bebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Hal itu adalah hasil yang diharapkan dari kegiatan ini. #Stopnarkoba



Lebih Lanjut... → BNNK Tana Toraja Mengumandangkan “STOP NARKOBA” Bersama SMPN 1 Sangalla

Kamis, 17 Agustus 2017

Senin, 14 Agustus 2017

BNN Kabupaten Tana Toraja Membekali Life Skill Kepada Mantan Penyalahguna Narkotika


Senin, 14 Agustus 2017 BNN Kabupaten memberikan life skill kepada mantan penyalahguna narkotika yang telah direhabilitasi di BNNK Tana Toraja. Pemberian life skill ini bertujuan agar nantinya mereka dapat mandiri dan berfungsi sosial dalam masyarakat dengan baik tanpa harus menjadi beban bagi keluarga bahkan menghapus stigma yang muncul dalam masyarakat bahwa seorang mantan pecandu adalah aib dan masalah dalam masyarakat.

Kepala BNN Kabupaten Tana Toraja, AKBP. Natalya Dewi DT, SH juga memberikan materi dan dukungan kepada mantan addict untuk benar-benar belajar life skill ini agar nantinya bisa mandiri. Kegiatan ini BNNK Tana Toraja rancang dengan melihat minat dan bakat dari klien yang telah direhabilitasi di BNNK Tana Toraja.
Kegiatan ini dihadiri 10 klien addict recovery dan pemateri yang sangat profesional dalam bidang sablon dan ukir khas Tana Toraja. Pembelajaran yang diberikan pemateri sangat mudah dicerna dan ditangkap karena selain materi langsung praktek.  Peserta yang mengikuti kegiatan diberi kesempatan untuk mencoba dan praktek langsung.
Kegiatan ini akan berlangsung selama  2 hari (14-15 Agustus 2017) di Rumah Kreatif BNNK Tana Toraja Kabupaten Tana Toraja. “Ayo terus bekerja, berusaha dan mencari peluang bisnis untuk dapat mandiri” pesan yang disampaikan pemateri kepada para peserta kegiatan.
#Lifeskill
#Pascarehabilitasibnnktanatoraja
#bnnktanatoraja
#stopnarkoba



Lebih Lanjut... → BNN Kabupaten Tana Toraja Membekali Life Skill Kepada Mantan Penyalahguna Narkotika

BNN Kabupaten Tana Toraja Melaksanakan Sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi


BNN Kabupaten melaksanakan kegiatan sosialisasi program rehabilitasi dan pascarehabilitasi yang kedua kalinya kepada pemerintah, swasta dan LSM yang bekerja pada bidang rehabilitasi. Kegiatan ini bertujuan agar rekan kerja BNN Kabupaten Tana Toraja terus mengupdate pengetahuan dan sharing cara menghadapi masalah yang di hadapi dalam menangani penyalahguna narkoba.
Kegiatan ini dilaksanakan di Toraja Lodge, Senin (14/8/2017) yang dihadiri 25 peserta baik dari instansi pemerintah, LSM, dan swasta. Kepala BNN Kabupaten Tana Toraja, AKBP. Natalya Dewi DT, SH membuka langsung kegiatan ini.  
Pemateri dalam kegiatan ini memberikan materi seputar rehabilitasi dan pascarehabilitasi yang telah dilaksanakan selama ini baik di instansi pemerintah maupun di swasta serta bagaimana dukungan pemerintah dan swasta dalam program yang akan dilaksanakan ke depannya.

Dalam kegiatan ini menghadirkan pemateri yang sudah ahli dalam bidang kemasyarakatan khususnya penanganan rehabilitasi dan pascarehabilitasi diantaranya Kepala BNN Kabupaten Tana Toraja, AKBP. Natalya Dewi DT, SH,  Staf Ahli Bupati Tana Toraja Bidang Kemasyarakatan, Pakiding Karaeng Baan, SH.,MH, Direktur RSUD Pongtiku dr. Remen Taula’bi’, Ketua Rumah Pemulihan Batulelleng,  dr. Eden.

            Dalam kegiatan ini semua element masyarakat dan pemerintah serta swasta sepakat untuk bekerja bersama-sama untuk program rehabilitasi dan pascarehabilitasi demi menyelamatkan generasi bangsa yang telah menjadi penyalahguna narkotika. Penyalahguna dan korban penyalahguna narkotika harus diberi bekal untuk bisa survive dan berfungsi sosial ketika mereka kembali ke lingkungannya.
            Mari bergandengan tangan untuk memulihkan dan  memberi bekal kepada penyalahguna dan korban penyalahguna narkoba. Bersama kita pasti bisa.
#Stopnarkoba
#Ayorehabilitasi

#Pascarehabilitasi


Lebih Lanjut... → BNN Kabupaten Tana Toraja Melaksanakan Sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi

Jumat, 11 Agustus 2017

sosialisasi Bersama BNNK Tana Toraja dan Penggiat Anti Narkotika


BNN Kabupaten Tana Toraja terus menyusuri wilayah Tana Toraja baik di perkotaan maupun pelosok-pelosok sekalipun, untuk melaksanakan edukasi , advokasi kampanye "STOP NARKOBA". Seperti pada hari Jumat malam, mengakhiri 11 Agustus 2017 di lapangan kantor kecamatan Simbuang kurang lebih 85 km jauhnya dari ibukota Kabupaten Tana Toraja.  Tim Penyuluh Gabungan yang diprakarsai oleh BNNK TT bekerjasama Pengiat Anti Narkoba Mahasiswa UKI Toraja dan Pdt Gereja Toraja  memberikan materi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, Pergaulan Bebas dan sex bebas dalam seminar "Bahaya Sex Bebas dan Narkoba". Yang dihadiri oleh Camat Simbuang, toga dan tomas, anak2 sekolah dan masyarakat sekitar 700 org.


Medan yang sangat extrim dengan akses jalan yang sangat licin dan berlumpur tidak mematahkan semangat Tim BNNK Tana Toraja untuk melaksanakan aksi kemanusiaan ini demi untuk menyelamatkan anak bangsa dari kehancuran masa depan akibat penyalahgunaan narkoba.  

Rasa capek dan lelah terbayarkan dengan antusias audience dalam menerima materi yang diberikan oleh tim, banyak pertanyaan dan masukan yang dilontarkan masyarakat dalam kegiatan ini.

Mereka sangat berterima kasih kepada tim yang memberikan materi, karena hal ini akan menjadi bekal dan harta yang tak ternilai harganya untuk melindungi diri mereka dan lingkungannya dari bujukan dan rayuan manis dari pengedar dan bandar narkoba khususnya. 

Malam semakin larut menjadi alarm untuk tim mengakhiri kegiatan dengan memberikan satu pesan bahwa "Stop narkoba, saling peduli, dan saling berbagi pengetahuan dan jangan segan-segan untuk berperang melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Lebih Lanjut... → sosialisasi Bersama BNNK Tana Toraja dan Penggiat Anti Narkotika