Senin, 23 Oktober 2017

BNNK Tana Toraja Menjangkau SDN 189 Malimbong Balepe Untuk Kampanye STOP NARKOBA


BNN Kabupaten Tana Toraja tidak pernah berhenti untuk mengedukasi, advokasi dan desiminasi informasi bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba kepada anak didik SDN 189 Malimbong Balepe (23/10/2017)
Tim penyuluh tidak memperhitungkan berapa jauh dan medan yang akan ditempuh dalam aksi kemanuasiaan ini. Tujuan utama yang terus dijunjung tinggi adalah bagaimana penyelamatkan anak bangsa dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Kita tidak bisa berfikir bahwa bandar dan pengedar hanya menjangkau perkotaan saja, namun kenyataannya mereka semakin gencar melakukan aksinya di perkampungan dan pelosok-pelosok.
Kurang lebih 143 siswa dan guru mendapat pengetahuan dari Tim penyuluh. Antusias siswa dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan tim penyuluh dibuktikan dengan mereka berlomba-lomba mengangkat tangan dan maju ke depan. Reward berupa stiker dan pin STOP NARKOBA menjadi ole-ole yang sangat berkesan bagi mereka.
Waktu begitu cepat berputar dan kurang lebih satu setengah jam tim penyuluh berbagi dan sharing dengan SDN 189 Malimbong. Pihak sekolah sangat berterima kasih atas edukasi yang mereka dapatkan. Hal ini akan menjadi bekal dikemudian hari untuk membentuk filter terhadap mafia narkoba yang sedang mengincar generasi muda.
Terus bersinergi untuk berperang melawan pembunuh berdarah dingin (bandar/kurir). Ayo bersama BNNK Tana Toraja kita pasti bisa.
#Stopnarkoba
#pencegahandini
#sdn189malimbong

#tanatoraja
Lebih Lanjut... → BNNK Tana Toraja Menjangkau SDN 189 Malimbong Balepe Untuk Kampanye STOP NARKOBA

Sabtu, 21 Oktober 2017

Penggiat Anti Nakoba Ikut Menggaungkan STOP NARKOBA Kepada PWGT Klasis Nanggala


Korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin bertambah dan tidak terbatas pada kalangan kelompok masyarakat yang mampu, mengingat harga narkoba yang tinggi, tetapi juga sudah merambah kekalangan masyarakat ekonomi rendah.  Tidak hanya di kota, bahkan kampung dan hingga pelosok desa.
Dibutuhkan semua pihak untuk dapat memerangi narkoba, tidak hanya pemerintah, aparat penegak hukum, namun semua lapisan masyarakat juga turut waspada dan gigih menolak peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.
Hal ini menggugah dan mengobarkan semangat penggiat narkoba yang telah dibentuk oleh BNNK Tana Toraja untuk membantu dalam kegiatan Pembinaan/ Sosialisasi HIV/AIDS dan Narkoba di Nanggala kepada Persekutuan Wanita Gereja Toraja Klasis Nanggala Karre yang dihadiri 115 ibu-ibu dari 7 Jemaat pada Sabtu, 21 Oktober 2017.
Persekutuan Wanita Gereja Toraja Klasisi Nanggala sangat antusias mengutarakan realita yang terjadi di lingkungan mereka khususnya fenomena penyalahgunaan dan peredaran narkoba pada anak-anak. Fenomena ini sangat memprihatinkan dan bahkan membuat para ibu selaku orang tua menjadi was-was terhadap pergaulan anak mereka.
Melalui sosialisasi ini sangat membantu dan memberikan solusi untuk ketakutan ibu-ibu terhadap fenomena sekarang ini terkait bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Memiliki pengetahuan adalah bekal yang sangat penting untuk membentuk filter terhadap mafia narkoba yang sedang mengincsr generasi muda kita.
Kepala BNNK Tana Toraja, AKBP.Dewi Tonglo, SH memberikan apresiasi kepada penggiat anti narkoba yang telah berpartisipasi dalam upaya P4GN. Beliau berharap ini menjadi teladan bagi penggiat anti narkoba di Tana Toraja dan Toraja Utara. Ayo bersinergi bersama BNNK Tana Toraja untuk memerangi pembunuh berdarah dingin yang ingin menghancurkan masa depan Negara Republik Indonesia. Bersama Kita pasti bisa.
#Stopnarkoba
#pencegahandini
#PWGTKLASISNANGGALA
#torajautara






Lebih Lanjut... → Penggiat Anti Nakoba Ikut Menggaungkan STOP NARKOBA Kepada PWGT Klasis Nanggala

Selasa, 19 September 2017

BNN Kabupaten Tana Toraja Dadakan Melakukan Tes Urine Pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tana Toraja. Hasilnya Adalah?


Sebagai suatu bentuk keseriusan BNNK Tana Toraja dan Instansi Pemerintah, BNNK melakukan kerjasama untuk melaksanakan tes urine kepada instansi pemerintah. Seperti pada hari ini BNNK Tana Toraja melakukan tes urine dadakan kepada pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tana Toraja. Hal ini sejalan dengan program BNNK Tana Toraja mewujudkan pekerja dan lingkungan kerja bersih dan bebas penyalahgunaan narkoba.
Selasa, 19 September 2017 Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tana Toraja didatangi tim BNNK Tana Toraja. Pegawai sentak terkejut dan bertanya-tanya kegiatan apa yang akan diadakan oleh BNNK Tana Toraja karena mereka sedang sibuk beraktivitas di kantor. Tim BNNK langsung turun dari mobil dan minta izin sekaligus berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tana Toraja dan selanjutnya Pegawai langsung diberikan arahan seputar tes urine.
Setelah selesai pemberian arahan selanjutnya pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tana Toraja antri mengisi absensi dan mengambil botol urine yang telah dilabeli nomor sesuai absensi. Kemudian digiring satu persatu ke toilet untuk tes urine dan diawasi langsung oleh Personil BNNK Tana Toraja dibawah pantauan Kepala BNNK Tana Toraja dan Plt. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tana Toraja dari awal sampai selesai.
Setelah diuji, tim analis BNNK Tana Toraja menyatakan bahwa 101 pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tana Toraja bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Kepala BNNK Tana Toraja memberikan apresiasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tana Toraja yang bersedia diadakan tes urine mendadak.
Pelaksanaan tes urine bagi instansi pemerintah akan terus digalakkan BNNK Tana Toraja untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba khususnya di Bumi Lakipadada.

Kepala BNNK Tana Toraja AKBP. Dewi Tonglo, SH sangat mendukung komitmen dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tana Toraja untuk bersinergi dengan BNNK Tana Toraja memberantas Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap narkoba di Bumi Lakipadada.#Stopnarkoba
Lebih Lanjut... → BNN Kabupaten Tana Toraja Dadakan Melakukan Tes Urine Pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tana Toraja. Hasilnya Adalah?

Rabu, 13 September 2017

BNN Kabupaten Tana Toraja Melaksanakan Komunikasi Informasi dan Edukasi Melalui Media Konvensional Kepada Pekerja


Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa. Korban penyalahguna narkoba di Indonesia semakin bertambah, khususnya bagi kalangan  pekerja atau kelompok masyarakat yang terbilang mampu. Hal ini sesuai dengan data Puslitkes UI yang menyatakan bahwa 50,34% penyalahguna narkoba berasal dari kategori pekerja. Bahkan para bandar saat ini telah menyiasati masyarakat ekonomi rendah menjadi pecandu. Oleh karena itu kejahatan ini harus ditangani secara komprehensif.
Mengacu pada hasil penelitian BNN dan Puslitkes UI thun 2014, pekerja merupakan kelompok dengan persentase terbesar sebagai Penyalahgunaan Narkoba. Hal ini tentu sangat menghawatirkan karena kelompok ini merupakan kelompok usia produktif yang umumnya menjadi tulang punggung perekonomia suatu Negara. Secara umum kelompok ini telah mengetahui dampak buruk Penyalahgunaan Narkoba. Olehnya itu sebagai kelompok Penyalahgunaan Narkoba yang terbesar pekerja yang mayoritas berada pada kelompok usia produktif harus mendapatkan pemahaman KIE yang komprehensif.
Kegiatan KIE Melalui media konvensional kepada pekerja dilaksanakan Rabu, 13 September 2017 di Aula Kantor Wilayah III Makale dengan jumlah peserta 45 orang. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Wilayah III Makale Pdt. DR. Sulaiman Manguling. Dalam kegiatan ini yang menjadi narasumber adalah Kepala BNNK Tana Toraja AKBP. Dewi Tonglo, SH dengan judul materi “Keluarga Darurat Narkoba”
Kegiatan KIE ini menjelaskan bagaimana membangkitkan energi positif pada diri pekerja untuk meningkatkan kinerja dan mencegah penyalahgunaan Narkoba dan peran serta pekerja dalam upaya P4GN, pekerja diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan Narkoba di lingkungan masing-masing. Selain mendapat pengetahuan tentang permasalahan Narkoba, pekerja harus mempunyai sikap tegas menolak Narkoba dan mampu menggerakkan upaya pencegahan dan pemberantasan Narkoba di lingkungan masing-masing.
Pekerja juga harus memiliki kondisi keluarga yang harmonis dan nyaman agar tidak memiju pekerja untuk mencari kesenangan di luar rumah seperti penyalahgunaan dan peredaran narkoba.#Stopnarkoba




Lebih Lanjut... → BNN Kabupaten Tana Toraja Melaksanakan Komunikasi Informasi dan Edukasi Melalui Media Konvensional Kepada Pekerja

Kamis, 24 Agustus 2017

Tips Agar Bebas Dari Jeratan Penyalahgunaan Narkoba


Lebih baik mencegah dari pada menyembuhkan. Mencegah para remaja maupun orang dewasa dari penyalahgunaan narkoba sebetulnya tidak rumit sama sekali, asal kita tahu benar apa yang harus kita lakukan dan apa yang kita hadapi.

1.         Menanamkan pemahaman hidup sehat anak usia dini
Sebagai orang tua, kita harus dapat menerangkan dengan menarik untuk menanamkan perilaku hidup bagi anak-anak kita. Misalnya asupan makanan/minuman apa yang baik bagi tubuh mereka dan asupan makanan/minuman apa yang berbahaya bagi tubuh mereka. Ini akan mempertajam kesadarannya akan tubuhnya sendiri yang harus ia rawat dengan baik bagian luar dan dalamnya. Pengetahuan mengenal fungsi dan kekuatan/kelemahan tubuhnya sendiri, harus diberitahu.
Perilaku hidup sehat akan paling manjur hasilnya bila diajarkan sedari anak kita masih kecil, sedini mungkin. Karena apa saja yang ia pelajari sewaktu kecil akan melekat selamanya di memori otaknya. Menanamkan kesadaran hidup sehat dengan berolah raga secara rutin (yang tentunya harus juga diterapkan oleh kedua orang tua mereka), menjadi kelanjutan dari langkah sebelumnya tadi.
Orang tua seyogianya menjadi role-model bagi anak-anak mereka, harus memberikan contoh yang baik bila ingin anaknya berperilaku baik. Sering kali kita sebagai orang tua lupa bahwa anak kita belajar dari tingkah laku dan perilaku kita yang mereka lihat dan perhatikan setiap harinya dari bayi sampai remaja. Anak-anak kita belajar, meniru, dari orang yang sehariannya berada paling dekat dengan mereka. Maka seharusnya kita tidak merokok atau minum minuman beralkohol bila kita tidak mau anak-anak kita meniru kita atau bahkan mencoba-coba dan menyalahgunakan narkoba.

2.         Pemahaman akan adanya racun di sekeliling kita
Memberikan pemahaman sedini mungkin akan adanya racun di alam sekeliling kita, akan sangat bermanfaat dan dapat menyelamatkan anak-anak kita dari penggunaan zat-zat berbahaya. Penerangan bahwa ada racun pada tumbuh-tumbuhan seperti jamur dan tumbuhan lainnya yang beracun, racun pada gigitan ular, sengatan ubur-ubur, dan binatang lainnya yang berbisa, juga racun yang secara sengaja maupun tak sengaja diproduksi oleh manusia, seperti polusi asap dari knalpot mobil, asap dan limbah beracun dari pabrik-pabrik, asap rokok, dlsb.
Mendidik meraka untuk sadar (aware) bahwa zat-zat yang sangat berbahaya bagi tubuh kita (bagi kelangsungan hidup kita) ada di sekitar kita dan setiap zat yang membahayakan kesehatan kita harus dijahui (avoid) atau terkadang dimusnahkan. Jadi bila suatu saat ia akan berhadapan dengan narkoba (biasanya ditawarkan oleh lingkungan teman-teman terdekatnya), maka kita harapkan ia akan menolak untuk mengkonsumsi narkoba, zat yang asing yang dapat membahayakan kesehatan dan hidupnya. Maka dari itu informasi mengenai racun di sekeliling kita, juga narkoba, harus diberikan kepada mereka sedetail dan sejelas mungkin.

3.         Memberikan informasi yang akurat dan jelas
Memberikan informasi yang akurat dan jelas mengenai bahaya dari setiap jenis narkoba merupakan kewajiban bila kita ingin membentengi/menyelematkan anak-anak kita (atau pun orang lainnya) dari bahaya narkoba. Tanpa informasi yang akurat dan jelas, seorang anak belum tentu menyadari narkoba yang ditawari temannya itu berbahaya bagi kehidupannya. Tetapi bila ia mendapat informasi yang akurat dan jelas mengenai bahaya narkoba, pasti ia akan menolaknya. Seharusnya pemberian informasi yang akurat dan jelas harus juga diberikan oleh sekolah-sekolah sebagai salah satu sub-kurikulum yang wajib diikuti oleh setiap anak. Informasi mengenai jenis-jenis narkoba. Dampak bila menggunakannya, dampaknya bagi organ-organ tubuh kita serta dampak dari segi hukumnya bila tertangkap memiliki, menggunakan atau mengedarkan narkoba; Penyakit yang dapat diderita sebagai akibat pemakaian narkoba (infeksi klep kanan jantung, kerusakan hati atau cirrhosis, HIV/AIDS, dan lainnya)
Hampir dapat dipastikan bila seorang sudah mendapatkan informasi mengenai narkoba yang akurat dan jelas, daya tarik narkoba yang seindah apapun akan lansung amblas, sirna, dibandingkan dengan dashatnya dampak kerusakan yang akan diakibatkan oleh zat-zat narkoba itu kepada penggunannya.

4.         Bekerjasama dengan tempat pendidikan (sekolah atau universitas)
Bekerjasama dengan sekolah ataupun universitas di mana anak-anak kita menuntut ilmu, untuk merancang program pemantauan, pencegahan, dan juga program penanggulangan narkoba secara holistic yang spesifik dengan pusat-pusat pendidikan tersebut (yang sebetulnya hanya berbeda sedikit saja dari satu sekolah ke sekolah yang lainnya)
Kerjasama yang terkoordinir dengan baik yang melibatkan setiap sendi dalam kehidupan di sekolah ataupun kampus seperti: Dosen, guru-guru, guru BK (bimbingan konseling), Osis, Satpam/security, penjaga kantin, dan karyawan lainnya di lingkungan sekolah/kampus (yang sering mendapatkan para siswa/mahasiswanya memakai narkoba di WC/toilet), dan yang lainnya.

5.         Tanggap lingkungan
Orang tua selalu tanggap lingkunga di rumah mereka sendri, di mana anak-anak mereka tumbuh. Orang tua harus selalu sadar akan perubahan-perubahan kecil dari perilaku sang anak. Perubahan-perubahan masa puber dan peralihan anak menjadi remaja, remaja menjadi dewasa, tidak sama dengan perubahan perilaku seorang anak yang mulai ter ekspos pada narkoba, atau yang sudah kecanduan narkoba.

6.         Bekerjasama dengan lingkungan rumah
Kita sebaiknya bekerjasama dengan lingkungan rumah kita seperti dengan ketua RT, RW, dsb. Terutama dengan tetangga yang mempunyai anak seusia atau yang lebih tua dari anak kita. Menjalin hubungan yang baik dengan para tetangga selalu mendatangkan kenyamanan dan keamanan bagi kita.
Kita bisa membuat sistem pemantauan keamanan bersama tetangga lainnya yang juga melibatkan ketua RT untuk memantau keamanan umum dan memantau bila ada anak-anak di RT kita yang disinyalir menggunkan narkoba. Bila sistem yang dibangun bersama para tetangga itu kuat, dijamin gejala-gejala penyalahgunaan narkoba di pemukiman kita akan terdeteksi dan dapat tertanggulangi dengan cepat dan baik

7.         Hubungan interpersonal yang baik
Hubungan interpersonal yang baik dengan pasangan dan juga dengan anak-anak kita, akan memungkinkan kita melihat gejala-gejala awal pemakaian narkoba pada anak-anak kita. Kedekatan hubungan batin dengan orang tua akan membuat anak merasa nyaman dan aman, menjadi benteng bagi keselamatan mereka dalam mengarungi kehidupan mereka nanti.
Bila orang tua sering ribut, cekcok, maka itu bisa memengaruhi sang anak secara psikologis. Kegalauan ini bisa memancingnya untuk mencoba narkoba dengan berbagai macam alasan yang dicarinya sendiri. Misalnya supaya diperhatikan, sikap masa bodoh terhadap hidupnya, untuk mengatasi kemarahan, ketidaksenagan, atau kesedihan yang timbul dari melihat orang tua mereka yang selalu bertengkar.
Ketujuh langkah itu sangat ampuh melindungi anak-anak kita dari godaan untuk mencoba zat-zat narkoba, asalkan ke tujuh langkah pertama itu dijalankan dengan penuh komitmen, sungguh-sungguh, dan dengan sebaik-baiknya.





Sumber : BNN
Lebih Lanjut... → Tips Agar Bebas Dari Jeratan Penyalahgunaan Narkoba